
Kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya sertifikasi halal di Kota Solo terus mengalami peningkatan, khususnya pada sektor usaha minuman. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pelaku usaha mulai aktif mengajukan sertifikat halal sebagai bentuk peningkatan kualitas produk sekaligus upaya memperluas pasar. Fenomena ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal kini tidak lagi dipandang sekadar

Memanasnya konflik geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kembali mengguncang pasar keuangan global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan ancaman terhadap jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz, membuat investor mulai mengalihkan dana ke sektor-sektor yang dinilai paling diuntungkan dari situasi perang. Dalam kondisi seperti

Baru baru ini ada statement yang terdengar renyah di telinga masyarakat negeri ini yaitu perihal dollar dan rupiah, angka yang cukup tinggi untuk per 1 dolar AS senilai Rp. 17.670 tentu bukan pandangan nominal yang sedikit untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Kenaikan harga dollar tentu sangat mempengaruhi terhadap ekonomi

Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal kembali meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) pada tahun 2026 sebagai bentuk dukungan kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program ini bertujuan membantu UMKM memperoleh sertifikat halal secara lebih mudah, cepat, dan tanpa biaya, sekaligus mempercepat implementasi kewajiban sertifikasi halal nasional.




