
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja, berkomunikasi, dan menjalankan bisnis. Di tengah perubahan tersebut, UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap bertahan dan bersaing di pasar yang semakin modern. Digitalisasi UMKM kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dan berbagai lembaga ekonomi karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi usaha,

Tahun 2025 menjadi momentum krusial bagi lanskap industri produk halal di Indonesia, di mana program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang ditargetkan untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mencatatkan akselerasi yang luar biasa di bawah komando Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Program ini tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban administratif,

Oleh: Habib UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memegang peranan vital dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2023, UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan jumlah pelaku mencapai 65 juta unit usaha atau 99 persen dari total unit usaha di tanah air. Selain itu, UMKM menyerap 117

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia karena mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun di balik kontribusinya yang besar, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi persoalan mendasar, yaitu rendahnya literasi keuangan. Kondisi ini menjadi salah satu hambatan utama yang menyebabkan usaha sulit berkembang dan bertahan dalam jangka




