
Headline pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 terdengar meyakinkan: 5,29% secara tahunan, inflasi terkendali di 2,88%, dan tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,76% menjadi 4,68%. Tapi headline tunggal jarang menceritakan keseluruhan gambar. Ketika tujuh indikator ekonomi dibaca berdampingan, bukan satu per satu, pola yang muncul lebih mirip fondasi yang mulai

Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Kondisi ini seharusnya menjadi modal besar bagi perkembangan ekonomi syariah. Potensi tersebut terlihat dari besarnya pasar produk halal, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kosmetik, pariwisata, hingga industri keuangan. Namun, besarnya potensi belum sepenuhnya menjadikan ekonomi syariah sebagai arus

Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang impresif secara angka. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29% dengan inflasi yang terjaga di level 2,88%. Angka kemiskinan dan pengangguran pun secara statistik terpantau menurun. Namun, di balik catatan manis indikator makro ini, gelombang unjuk rasa dan keluhan masyarakat yang merasa hidupnya makin




