Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pemilik UMKM
dalam menjalankan usahanya, termasuk UMKM yang berada di kota Surakarta.
Dulu pemasaran hanya mengandalkan toko fisik dan promosi dari mulut ke mulut
atau dengan penyebaran pamflet ke warga sekitar atau ke pengendara yang
melintas. Namun kini, marketplace seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, dan
TikTok Shop menjadi saluran utama untuk menjangkau konsumen yang lebih luas
tanpa batasan lokasi dan waktu.

Data dari E-riset Kota Surakarta menunjukkan bahwa adopsi layanan
digital oleh UMKM di Kota Surakarta sudah mulai berjalan. Sebanyak 56,52%
UMKM menggunakan mobile banking untuk transaksi, 34,78% memanfaatkan
marketplace sebagai media penjualan, dan 26,09% menggunakan dompet digital
sebagai metode pembayaran. (BRIDA Kota Surakarta, 2024), diakses dari:
brida.surakarta.go.id. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran digital
sudah ada, namun pemanfaatan marketplace oleh UMKM belum berjalan
maksimal. Dari data tersebut, terlihat bahwa strategi pemasaran di marketplace
menjadi fokus utama bagi UMKM yang sudah go digital.

Gambar 1. Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM

Untuk bertahan di era digital, UMKM di Kota Surakarta menerapkan
beberapa strategi pemasaran pada marketplace. Pertama, mereka memilih
platform pemasaran yang sesuai dan tepat. Kedua, mengoptimalkan tampilan
produk dengan foto yang jelas dan deskripsi menarik agar konsumen mudah
memahami keunggulan produk. Ketiga, pemanfaatan fitur iklan berbayar turut mempengaruhi keberhasilan UMKM agar produknya dikenal oleh masyarakat.

Keempat, pengelolaan ulasan oleh pelanggan membantu meningkatkan
kepercayaan calon pembeli. Namun, tantangan era digital tetap ada. Banyak pelaku UMKM yang
masih kesulitan membuat konten promosi yang menarik, kurang memahami
algoritma marketplace, dan mengelola stok produk secara digital. Oleh karena itu,
dukungan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM setempat diperlukan agar
pelaku usaha bisa memanfaatkan digital secara optimal.

Dengan strategi pemasaran yang tepat dan peningkatan literasi digital,
UMKM di Kota Surakarta memiliki peluang besar untuk berkembang dan
bersaing di pasar yang lebih luas. Era digital bukan lagi sekadar pilihan,
melainkan kebutuhan agar usaha kecil dapat bertahan, berinovasi, dan menjadi
penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.