
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit Rp240,1 triliun hingga akhir Agustus 2026. Angka tersebut setara dengan 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut kondisi APBN masih berada dalam batas yang terkendali. Alasannya, pendapatan negara tumbuh lebih cepat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan

Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia akan menerima investasi dalam jumlah besar dalam beberapa pekan ke depan. Pernyataan itu disampaikan dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), dengan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menarik pemain besar global. Pemerintah menyebut realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar

JAKARTA, IREF — Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4%. Keputusan tersebut disepakati secara bulat oleh 12 anggota Federal Open Market Committee di tengah inflasi AS yang masih berada di atas sasaran 2% Dampaknya segera terasa di pasar keuangan Indonesia. Pada pembukaan

Pemerintah dan Badan Anggaran DPR resmi menyepakati pemangkasan alokasi subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp11,4 triliun, dari rencana awal Rp272,9 triliun menjadi Rp261,5 triliun. Sebagian besar pemangkasan berasal dari subsidi BBM tertentu dan LPG 3 kg, yang turun dari Rp142,8 triliun menjadi Rp131,4 triliun. Yang menarik bukan angkanya, tapi




